IMG-LOGO
Home News News Detail
Lensa Utama

Terapkan Ekoteologi, Gubernur Khofifah Ajak Santri PPSN VI 2026 'Sedekah Oksigen' di Malang

by Administrator MPA - 2026-10-05 11:02:00 52 Views

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para santri peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 menggelar penanaman 1.000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10). 


Melansir dari laman Kemenag, aksi hijau ini menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang dirancang sebagai bentuk pembelajaran ekoteologi sekaligus langkah nyata mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.


Khofifah menegaskan bahwa aksi penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan penghijauan biasa, melainkan sebuah investasi lingkungan jangka panjang dan bentuk ibadah sosial.


“Kalau saya lebih menyebut menanam ini, intinya kita sedang sedekah oksigen. Jadi cinta lingkungan salah satunya dengan menanam,” ujar Khofifah. 


Ia menambahkan, keterlibatan aktif para santri sangat krusial untuk membangun kesadaran dan kebiasaan merawat alam sejak dini. Pemilihan jenis tanaman pun disesuaikan dengan karakteristik tanah setempat agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.


“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan,” tegasnya.


“Kalau mereka menanam sendiri, mereka akan melihat pohonnya tumbuh. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab,” lanjut Khofifah.


Langkah strategis ini sejalan dengan ratifikasi Persetujuan Paris 2016 serta komitmen Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat kebijakan pelestarian lingkungan hidup melalui program unggulan Jatim Lestari dalam Nawa Bhakti Satya.

 

Adapun rincian 1.000 bibit pohon yang ditanam meliputi:

  • 300 pohon Mangga
  • 300 pohon Pule
  • 300 pohon Tabebuya
  • 100 pohon Maja

 

Melalui pengalaman menanam langsung di area pesantren, para santri diharapkan membawa kebiasaan positif dan kesadaran lingkungan ini kembali ke pesantren serta daerah asal masing-masing.

•Syahroni

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *