IMG-LOGO
Home News News Detail
Quick News

Kisah Dramatis Dibalik Evakuasi Yusuf dan Haikal yang Terjebak Reruntuhan

by Administrator MPA - 2025-10-02 13:12:00 3068 Views

 

Masih ada kehidupan dibalik tragedi runtuhnya musala pondok pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Setidaknya ada Yusuf dan Haikal, dua santri yang sempat viral di media sosial karena berhasil bertahan hidup selama lebih dari dua hari di bawah puing reruntuhan.

 

Rintihan Yusuf dan Haikal meminta tolong yang terjebak terdengar lamat-lamat dari balik reruntuhan bangunan. Meski lirih, namun suara kedua bocah tersebut cukup jelas terdengar. mereka tak dapat berbuat banyak lantaran puing-puing bangunan yang ambruk membatasi gerakannya.

 

"Yusuf, umurmu berapa?” tanya Aziz, petugas penyelamat dari Unit Heavy Duty Rescue (HDR) Damkar Surabaya.

“16 tahun Pak," sahut Yusuf lirih.

"Yusuf apanya yang terluka?” sambung Aziz

“Perut kejepit Pak,” jawab Yusuf

“Haikal, Kamu yang sakit apa nak?” tanya Aziz kepada Haikal

“Semuanya sakit,” timpal Haikal dari balik reruntuhan.

Yang semangat ya, yang sabar ini lagi usaha,” kata Aziz

 

Proses evakuasi kala itu mengalami kesulitan. Bahkan petugas penyelamat sendiri mengaku, untuk mencapai lokasi terdekat dimana Yusuf dan Haikal terjebak puing-puing bangunan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini karena sulitnya medan yang ditempuh dan juga harus dilalui dengan berjalan merayap.

 

Walau demikian tim SAR tetap berhasil mengevakuasi dua korban dalam kondisi hidup. Yusuf berhasil dievakuasi pada Selasa (29/9) dini hari, sementara Haikal berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian. Evakuasi Haikal menghadapi kesulitan ekstrem lantaran posisi tubuhnya yang terjepit dan tertutup oleh material reruntuhan.

 

Sebagai informasi, pemantik petaka ini disebabkan lantai cor plus tiang penyanggah ambruk dan menghajar dua lantai dibawahnya, termasuk musalah di lantai dasar dimana saat itu para santri tengah melaksanakan salat asar berjamaah. Adapun runtuhnya bangunan ini ditengarai oleh proses pengecoran lantai paling atas, pada pagi hari sebelum kejadian.

 

data terbaru yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebutkan masih ada 59 orang yang terjebak di reruntuhan bangunan (1/10). Data tersebut telah dimutakhirkan pada pukul 23.00 WIB. Angka tersebut diperoleh dari daftar absensi yang dirilis oleh pihak pondok pesantren, termasuk dari laporan kehilangan pihak keluarga korban. Hingga kemarin malam, sebanyak lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup dan satu orang dalam keadaan kritis. Selain itu, dua korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Syahroni

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *