Terdapat keistimewaan dalam puasa Ramadhan, dimana hanya Allah saja yang tahu pahalanya, serta apakah diterima-tidaknya puasa kita.
Lalu bagaimana kita mengetahui ibadah puasa kita diterima Allah?
Tanda puasa seseorang diterima oleh Allah SWT menurut Ustaz Abdul Somad (UAS) ialah adanya perubahan. Perubahan ini baik secara perilaku maupun secara keimanan, baik sebelum maupun sesudah bulan Ramadhan berakhir.
“Misal sebelum puasa marah-marah setelah puasa Alhamdulillah tidak marah lagi. Sebelum dia puasa, dia orangnya lalai shalatnya tapi setelah puasa menjadi ontime,” ujar UAS.
Senada dengan itu, Buya Yahya membenarkan bahwa tanda puasanya seseorang diterima oleh Allah SWT ialah adanya peningkatan (perubahan). Jika ternyata ada peningkatan, walaupun perubahannya sedikit berarti itu tandanya puasanya diterima.
“masuk kedalam takwa itu,” jelas Buya Yahya.
Dia menambahkan, seseorang yang ketakwaannya meningkat saat bulan Ramadhan bisa dilihat dari perubahan yang terjadi pada dirinya.
Jika menjadi lebih baik padahal sebelumnya sering melakukan maksiat namun setelah melakukan puasa ramadhan, berkurang melakukan maksiat maka menunjukkan bahwa orang tersebut puasanya diterima.
Akan tetapi, jika sebaliknya yang terjadi pasti ada sesuatu yang salah dengan puasa ramadhan yang telah dilaksanakan.
Berbagai sumber
•Syahroni
Your email address will not be published. Required fields are marked *