Majalah MPA (Mimbar Pembangunan Agama) terus menghadirkan tulisan yang menarik, informatif, inovatif, edukatif, dan komunikatif. Bagaimana bisa media cetak yang dikelola oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jatim terus eksis hingga sekarang? “Tentu karena adanya goodwill pimpinan Kanwil Kemenag dan loyalitas Kemenag di daerah, itulah rahasiannya”. Penerbitan Majalah digagas pada awal tahun 1970, ketika itu namanya adalah Mimbar Pendidikan Agama. Pemberian nama tersebut sesuai hasil kesepakatan yang diputuskan dalam Konferensi Dinas Jawatan Pendidikan Agama Islam Provinsi Jawa Timur (diikuti oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota se Jawa Timur), tanggal 1-2 Februari 1970 di Surabaya.
Wajah MPA edisi pertama sangatlah sederhana, mulai dari tulisannya, sampulnya, warnanya dan juga gambarnya. Bandingkan dengan wajah MPA yang sekarang, tentu sudah jauh lebih baik dan menarik. Performance Majalahnya, cover dan contennya, sudah modern dan computerized, mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Majalah MPA ditingkatkan lagi menjadi media komunikasi dan pembinaan karyawan di lingkungan Kanwil Depag Provinsi Jatim. Dan itu sesuai dengan SK Kepala Kanwil pada waktu itu tertanggal 2 September 1977. Dari sini Majalah MPA (Mimbar Pendidikan Agama) berubah menjadi Majalah MPA (Mimbar Pembangunan Agama). Dengan perubahan itu, maka cakupan isi konten dalam Majalah menjadi lebih luas lagi. Bukan hanya berbicara tentang pendidikan saja, tetapi juga memuat hal-hal yang berkaitan dengan semua tugas pokok Departemen Agama (Kementerian Agama) yang ada di Kantor Wilayah atau yang ada di Kabupaten maupun kota se-Jawa Timur.
Bak peribahasa apabila sudah jodohnya pasti akan bertemu. Dengan perubahan kecil dan mendasar pada nama Majalah, oplah atau pemesan bertambah naik. Bahkan dalam perbulan cetak, pernah mencapai 30.000-an ekslemplar lebih. Ketika itu badan hukum yang bernama yayasan MPA berdiri, yang selanjutnya dikelola oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jatim. Terkait misi, pada awal penerbitan Majalah MPA adalah sebagai penghubung media komunikasi. Kemudian karena Kanwil Departemen Agama dulu punya motto ‘Ikhlas Beramal’, sehingga MPA berfungsi untuk membina dan mengembangkan tenaga kependidikan. Maka misinya adalah pembinaan dan pengembangan informasi, komunikasi, dedikasi dan edukasi. Terkait misi, pada awal penerbitan Majalah MPA adalah sebagai penghubung media komunikasi. Kemudian karena Kanwil Departemen Agama dulu punya motto ‘Ikhlas Beramal’, sehingga MPA berfungsi untuk membina dan mengembangkan tenaga kependidikan. Maka misinya adalah pembinaan dan pengembangan informasi, komunikasi, dedikasi dan edukasi.
Sedangkan visinya mengambil motto waktu MPA sudah dikelola oleh Kanwil Departemen Agama (Kementerian Agama) saat itu. Sehingga visi MPA adalah sebagai media komunikasi yang berkualitas, aktual dan dapat dipercaya. Saat itulah para rekan MPA, berusaha dan berupaya keras sekuat tenaga untuk membuat konten yang sesuai dengan visi tersebut. Saat ini visi MPA tidak berubah tetapi tagline misinya lebih dipersingkat, dari ’Pembinaan dan pengembangan informasi, komunikasi, dedikasi dan edukasi’, kini menjadi ’Informasi, Komunikasi dan Edukasi’(IKE). Maksud dan tujuan dari visi tersebut adalah Majalah MPA bersifat informatif ke daerah-daerah dan ada timbal balik antar keduanya. Tak hanya disitu saja, visi dari Majalah MPA bisa juga di artikan sebagai media komunikasi, yang menjadi alat atau media penghubung, antara Kanwil Kemenag Provinsi Jatim dan Kemenag yang ada di Kabupaten maupun Kota se- Jawa Timur.
Meski saat itu MPA adalah Majalah milik dinas, tetapi isi dalam sajian membaca tetap menarik dan bisa bersaing dengan Majalah lain. Konten dan sajian dalam Majalah MPA cukup berbeda dengan Majalah lain saat itu. Di Majalah MPA selalu diperluas seperti adanya laporan utama, laporan khusus, serta konten edukasi yang ditulis sesuai gaya penulisan penulis itu sendiri. Majalah MPA bisa bertahan dan eksis hingga sekarang karena kunci utamanya adalah komitmen para pimpinan. Pada waktu ditangani oleh Kepala bidang untuk pertama kali, perhatian lebih diberikan kepada rekan Majalah MPA. Sama halnya dengan pimpinan sekarang, yaitu Kepala Kanwil sebagai pembina yang terus berusaha untuk mengayomi. Kepala Bagian Sekretariat Kanwil Depag Jatim atau yang sekarang Kabag TU Kanwil Kemenag Jatim juga begitu. Sebagai orang kedua, Kabag TU bertugas menjadi penasehat sekaligus menjaga MPA agartetap berjalan. Berkat adanya arahan dari pimpinan wilayah, sehingga dengan mudahnya MPA bisa sampai ke pelanggan di Kabupaten maupun kota se-Jawa Timur.
Tidak hanya peran dari para pimpinan saja agar Majalah MPA terus eksis hingga sekarang ini, ada peran dari pembaca turut ikut andil dalam meningkatkan kualitas isi dalam Majalah MPA. Adanya peran tersebut melahirkan rubrik baru pada isi dan halaman Majalah, yakni seperti rubrik Parenting, Syifa, Cerpen, Puisi, Perencana, Penyuluh, Penghulu dan banyak lagi lainnya. Penataan rubrik pada Majalah MPA, sangat dipengaruhi oleh khalayak pembaca dan jumlah halaman yang tersedia. Dari jumlah halaman tersebut, masih terbagi dalam sejumlah rubrik yang belum tertata secara spesifik. Sehingga penataan rubrik Berita atau kegiatan misalnya, penataannya dimuat terpisah di berbagai tempat. Pengelolaan suatu penerbitan media massa seperti Majalah MPA yang bertahan hingga kini, bukanlah pekerjaan yang ringan. Sebab para pengelolanya terikat oleh tugas kedinasan, dan hanya sebagian saja waktunya untuk Majalah MPA. Itu pun silih berganti karena adanya mutasi atau promosi di tempat lain, sehingga formasi pengelola sering berubah.
Satu hal yang patut dikemukakan adalah dedikasi para pengelola Majalah MPA sangat tinggi. Mengingat sarana dan prasarana sangat terbatas, tetapi tugas yang diemban harus tuntas. Semangat pengabdian ini, didasari oleh niat ikhlas dan semangat ruhul jihad, demi kemajuan di lingkungan Departemen Agama, khususnya Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Kemampuan mempertahankan dan mengembangkan, hanya dapat dilakukan secara profesional dengan dedikasi yang tinggi. Setidaknya, harus memahami perkembangan dunia jurnalistik dari masa ke masa. Karena semua itu akan menjadi landasan, untuk melestarikan Majalah MPA sesuai dengan tuntutan dan kemajuan sistem komunikasi yang ada. Peranan media massa semakin penting dalam kehidupan dunia modern, pelestarian sejarah Majalah MPA perlu dilakukan. Karena aset berharga dunia pers dan khususnya nama Kanwil Kemenag Provinsi Jatim ada di perkembangan Majalah. Bagaimanapun Majalah MPA, media yang penting sebagai sarana informasi, komunikasi dan edukasi Kanwil Kemenag Prov. Jatim.
Oleh karena itu, karya dan isi dalam bacaannya harus bisa mengikuti pekembagan zaman. Sehingga para penikmat Majalah MPA, tidak hanya mereka kalangan generasi tua saja tetapi generasi muda juga akan merasakannya.