Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk mengawal dan membina sekitar 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pesantren. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar ketika melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (10/10).
Menag menjelaskan bahwa kehadiran Ditjen ini menjadi instrumen vital negara dalam mengayomi ekosistem pesantren yang sangat besar. Melalui tata kelola dan sistem pendataan modern, Kemenag kini memantau langsung dinamika puluhan ribu pesantren di seluruh Indonesia.
“Kita sekarang memiliki sistem yang secara khusus memantau sekitar 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia. Kehadiran Ditjen ini adalah wujud pengabdian tulus agar negara hadir membersamai perjuangan pesantren,” jelas Menag, sebagaimana yang dikutip dari laman resmi Kemenag.
Selain itu, Menag mengapresiasi sistem pendidikan Mambaus Sholihin yang memiliki jenjang lengkap mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi tingkat doktoral (S3). Ia mendorong agar model tata kelola pendidikan dan pembinaan santri yang diterapkan pesantren tersebut dapat dikembangkan menjadi contoh dan direplikasi oleh pondok pesantren lainnya di seluruh Indonesia.
"Saya sudah lama membaca direktori Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, mulai dari TK sampai perguruan tinggi S3, sejarahnya, dan kurikulumnya," bebernya.
Lebih lanjut, mewakili Pengasuh sekaligus Rektor UNKAFA Gresik, Muhammad Majduddin menyatakan bahwa perhatian intensif pemerintah melalui Kemenag menjadi bukti pengakuan negara terhadap kiprah historis pesantren.
“Ini merupakan satu wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren, yang diakui atau tidak, merupakan lembaga pendidikan tertua dan paling berjasa di negeri ini,” ungkap Majduddin.
Syahroni
Your email address will not be published. Required fields are marked *