Melansir dari Al Jazeera, Iran mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel dan Amerika Serikat. Kantor berita Tasnim dan Fars juga telah mengkonfirmasi hal yang sama.
Wafatnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sontak mengguncang politik Republik Islam Iran. Kabar ini membuat Teheran memasuki fase transisi kepemimpinan paling krusial sejak revolusi 1979. Teheran pun bergerak cepat menyiapkan mekanisme suksesi di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataannya pada Minggu 1 Maret 2026, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani mengumumkan bahwa Teheran akan melanjutkan pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara sesuai dengan konstitusi.
Larijani memastikan bahwa mekanisme konstitusional telah disiapkan setelah meninggalnya Khamenei. Dirinya menegaskan bahwa masa depan Iran telah dipertimbangkan walau dalam kondisi tanpa pemimpin tertinggi.
Larijani menyebut Dewan Kepemimpinan sementara akan segera dibentuk sesuai Pasal 111 Konstitusi. pasal tersebut mengatakan, jika posisi pemimpin tertinggi kosong, maka Presiden, Kepala Kehakiman dan seorang ahli hukum dari Dewan Garda yang dipilih oleh Dewan Kebijaksanaan akan menjalankan tugas kepemimpinan hingga pemimpin baru terpilih.
Lebih lanjut, dirinya berpendapat bahwa pihak-pihak yang menyerang Iran telah mengambil langkah keliru. Menurutnya tindakan tersebut justru membangkitkan kemarahan rakyat dan memperkuat solidaritas nasional tanpa membiarkan upaya separatisme terjadi.
Syahroni/berbagai sumber
Your email address will not be published. Required fields are marked *