IMG-LOGO
Home News News Detail
Dunia Islam

13 Negara Resmi Bergabung dalam Aliansi Maritim Pimpinan Arab Saudi

by Administrator MPA - 2026-10-16 10:46:00 19 Views

Arab Saudi bersama 12 negara lainnya resmi mengaktifkan Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional untuk memperkuat keamanan pelayaran di kawasan Teluk Aden. Pembentukan aliansi ini menjadi langkah bersama menghadapi meningkatnya ancaman terhadap kapal komersial dan jalur perdagangan internasional.

 

Dilansir Al Jazeera pada 15 Agustus 2026, pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Arab Saudi setelah pertemuan ketiga aliansi di Komando Armada Barat, Jeddah. Dari 15 negara yang telah menandatangani pernyataan bersama, sebanyak 13 negara disebut telah menyelesaikan prosedur nasional untuk bergabung secara resmi.

 

Negara-negara yang tercatat dalam kelompok awal tersebut meliputi Arab Saudi, Bahrain, Bangladesh, Komoro, Djibouti, Mesir, Yordania, Kuwait, Pakistan, Qatar, Somalia, Sudan, Turki, dan Yaman. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara jumlah negara yang menandatangani deklarasi dan negara yang telah merampungkan prosedur keanggotaan.

 

Perkuat Keamanan Jalur Perdagangan

 

Aliansi ini bertujuan menjaga kebebasan navigasi, perdagangan internasional, serta jalur pasokan energi di kawasan strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Timur Tengah dan Eropa.

 

Kerja sama yang dirancang mencakup pertukaran informasi dan intelijen, perencanaan operasi, latihan angkatan laut bersama, peningkatan kemampuan militer, hingga pelaksanaan operasi maritim bersama.

 

Dalam deklarasi pendiriannya, negara-negara peserta menegaskan bahwa aliansi tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan terhadap negara atau organisasi tertentu. Kegiatannya juga disebut akan dilaksanakan sesuai hukum internasional, dengan menghormati kedaulatan negara dan melindungi kebebasan navigasi.

 

Komandan aliansi, Laksamana Muda Abdullah bin Salem Al-Shehri, menyatakan bahwa kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan pertahanan maritim yang berkelanjutan serta meningkatkan kesiapan operasional dalam menjalankan misi pertahanan.

 

Arab Saudi Jadi Pusat Komando

 

Arab Saudi ditetapkan sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin aliansi, dengan markas permanen di negara tersebut. Struktur komando mulai dibentuk dengan Al-Shehri sebagai komandan, sementara posisi wakil komandan pertama dipercayakan kepada perwakilan Pakistan.

 

Markas, pusat koordinasi operasi bersama, pusat operasi maritim bersama, dan sekretariat aliansi juga direncanakan berada di Arab Saudi.

 

Pembentukan aliansi berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan Laut Merah dan Teluk Aden. Ancaman terhadap kapal dagang, kapal tanker minyak, serta infrastruktur maritim dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok dan berdampak pada perekonomian global.

 

Situasi tersebut juga berkaitan dengan serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal di kawasan Laut Merah dan jalur Bab el-Mandeb. Arab Saudi pun mendorong pendekatan multilateral agar keamanan pelayaran dapat dijaga melalui koordinasi dan kerja sama antarnegara.

 

Melalui aliansi ini, negara-negara peserta berharap dapat memperkuat kesiapan pertahanan maritim dan menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional di kawasan strategis tersebut.

Selengkapnya di Majalah MIMBAR 105 / 480 / 2026

Sumber: Al Jazeera, Anadolu Agency, Arab News, dan Arrahmah.id.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *